Kumpulan Filsuf Filsafat Peripatetik


Siapa saja filsuf filsafat Peripatetik? Berangkat dari pertanyaan ini, maka kita akan membahas murid atau filsuf yang beraliran filsafat Peripatetik. Dan sekaligus melanjutkan apa yang telah dibahas pada artikel sebelumnya yang berjudul “Apa Tujuan Aliran Filsafat Peripatetik”, menurut sejarawan filsafat terdapat ribuan murid yang dihasilkan dari institusi pendidikan yang dibangun oleh Aristoteles namun hanya beberapa murid atau pengikut Aristoteles yang dapat dijangkau karena keterbatasan catatan sejarah. 

Meski banyak yang mengatakan nuansa sejarah dari istilah Peripatetik lebih mengacu pada nuansa tempat Aristoteles mengajar daripada kebiasaan Aristoteles mengajar sambil berjalan. Kebiasaan ini, bagaimanapun, menghasilkan banyak pengikut, yang mengadopsi kebiasaan mengajar dan metode yang dipraktikkan oleh guru mereka, dan ajarannya inilah yang memunculkan metodologi filosofis silogisme, yang kita kenal sebagai metode logika dewasa ini.

Tokoh-tokoh para filosof Peripatetik adalah sebagai berikut :

1. Aristoteles

Jelas tokoh utama dalam aliran filsafat Peripatetik adalah filsuf Aristoteles itu sendiri, karena dari kebiasaannya dengan mengajak murid-muridnya untuk terjun langsung mengevaluasi secara langsung, maka lahirlah aliran yang memiliki pengajaran cukup sederhana namun bermuatan pengetahuan secara langsung. 

Aristoteles adalah seorang filsuf Yunani kuno yang lahir pada tahun 384 SM, di Stagira Yunani dan meninggal pada tahun 322 SM di Pulau Euboea. Aristoteles sendiri adalah murid langsung dari Plato dan guru dari seorang tokoh terkenal yakni Iskandar Agung.


2. Teophrastos 370 SM - 285 SM

Theophrastos sendiri berasal dari Eresos, lebih tepatnya salah satu desa di Pulau Lesbos. Dan jika mengacu pada perkiraan sejarawan filsafat, Diophrastus meninggal pada tahun 288-7 SM, atau 287 SM.

Theophrastos adalah murid Aristoteles yang menggantikan Aristoteles sebagai kepala Sekolah Peripatetik pada 323-2 SM.
Di bawah kepemimpinannya, Sekolah Peripatetik berkembang dengan pesat. Sebab selama masa jabatannya, ia memfokuskan pada semua bidang filsafat yang dikendalikan oleh gurunya dahulu. Namun, sebagian besar artikel yang ditulisnya saat ini hilang dan sulit ditemukan kembali. Hanya dua karya utamanya tentang botani dan beberapa karya kecil lainnya yang bertahan.

Sebenarnya sangat sedikit yang diketahui tentang perjalanan filosofisnya, cukup dikatakan di sini bahwa Theophrastos adalah salah satu tokoh yang dapat dianggap sebagai sejarawan filsafat pertama, karena ia menulis sebuah karya yang berisi kumpulan sudut pandang beberapa filsuf, terutama di bidang filsafat alam. Namun, seperti biasa, karya penting ini tidak pernah dipulihkan sepenuhnya, hanya sebagian kecil dari karyanya yang masih ada yang ditemukan.

3. Straton Lampsakenos (335- 269 SM)

Straton adalah seorang filsuf Peripatetik yang lahir di Lampsacus, pada tahun 335 SM dan meninggal pada tahun 269 SM di Athena Yunani.

Straton merupakan orang yang menjadi pemimpin ketiga Sekolah atau lyceum Peripatetik setelah kematian Theophrastus. Di dalam tulisannya, Strato sangat memperhatikan tentang fisika, dan dia sangat dipengaruhi oleh ajaran Democritus, tokoh terkemuka dalam atomisme di masa Yunani kuno.

Meskipun dia menolak teologi alam dan tetap Democritos, yang berusaha menjelaskan peristiwa alam secara mekanis, namun straton tidak seperti Democritos, karena tidak menerima ajaran atomistiknya Democritos, karena Straton percaya bahwa materi di alam dapat terus terbagi.


4. Dikaiarkhos 

Dikaiarchos Merupakan seorang filsuf, Penulis, Kartografi, Geografi, Matematikawan yang lahir dan dibesarkan di kota Messana. Sayangnya, tidak banyak yang diketahui tentang dia. Termasuk identitasnya, apakah dia murid langsung Aristoteles atau sezaman dengan Aristoteles.

Hal ini karena tanggal lahir dan kematiannya tidak diketahui. Tapi untungnya kita bisa memahami dan menemukan sejarah pemikiran filosofisnya, karena Dikaiarkhos meninggalkan tulisan panjang yang banyak dikutip oleh beberapa filsuf di generasi selanjutnya. 

Atas tulisannya itulah, dia kemudian dimasukkan dalam jajaran tokoh yang beraktivitas di dalam aliran filsafat Peripatetik setelah Theophrastos. Esai panjang karya Dikaiarchos ini adalah salah satu dari sekian banyak karya tentang perkembangan kebudayaan Yunani dari zaman mitologi Yunani kuno hingga zaman Aristoteles yang berjudul (Kehidupan Yunani).

5. Eudemos of Rhodes (370-300 SM)

Eudemos dari Rhodes adalah seorang filsuf Yunani kuno, yang dianggap sebagai sejarawan sains pertama, yang hidup dari sekitar 370 SM hingga sekitar 300 SM. Dia adalah salah satu murid terpenting Aristoteles, mengedit karya gurunya dan membuatnya lebih mudah diakses. Pasicles keponakan Eudemus juga berpartisipasi dalam penyuntingan karya Aristoteles.

Eudemos lahir di Rhodes, tetapi menghabiskan sebagian besar hidupnya di Athena dan belajar filsafat di Aristotle's Peripatetic School. Eudemos memiliki kerjasama yang panjang dan dekat dengan Aristoteles, dan dia umumnya dianggap sebagai murid Aristoteles yang paling terkemuka: dia dan Theophrastus dari Lesbos biasanya tidak disebut "murid" Aristoteles, tetapi teman-temannya".

5. Aristoksenos 

Aristokcenos dari Tarentum adalah seorang filsuf Peripatetik yang lahir di Taranto, Italia dan meninggal di Athena, Yunani. Namun Tak ada data tentang kelahiran dan meninggalkannya.

Aristokcenos adalah murid Aristoteles. Sebagian besar karyanya tentang subjek filosofis, etis, dan musik hilang, Melainkan risalah musik "Elemen Harmoni" atau "Elemen Harmonika".

Unsur-unsur tersebut masih dalam keadaan belum lengkap, dan terdapat beberapa karya bertema ritme dan meteran. Karena unsur-unsur tersebut merupakan sumber utama pengetahuan tentang musik Yunani kuno.



0 Response to "Kumpulan Filsuf Filsafat Peripatetik "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel