Apa Tujuan Aliran Filsafat Peripatetik ?


Pembukaan Pembahasan

Banyak orang yang mempelajari filsafat dan mengetahui bahwa dalam sejarah filsafat itu sendiri terdapat banyak cabang dan aliran filsafat. Salah satu sekolah yang paling terkenal adalah Sekolah Frankfurt dan Sekolah Wina, namun sayangnya tidak banyak pembicaraan tentang Aliran Filsafat Peripatetik , yang merupakan awal dari metode pembelajaran dialek yang menghasilkan silogisme, melalui dialog dan upaya untuk memahami secara langsung siapa saja dan segala sesuatu yang ditemui di lapangan.

Sebenarnya sejarah metode dari aliran filsafat Peripatetik ini diwarisi dari Protagoras, tetapi orang lebih mengenal metode bergerak sebagai metode belajar Aristoteles, dan berbagai bentuk pengajaran yang mengembangkan ide-idenya.

Perkembangan Peripatetikisme dapat dikatakan relatif sejajar dengan perkembangan pengajaran academia yang dikembangkan oleh plato, karena awalnya Peripatetikisme juga melanjutkan prinsip-prinsip filosofis Aristoteles, sedangkan dunia academia melanjutkan karya-karya Plato itu sendiri.
 
Perbedaan antara sekolah dan pengembangan academia, di masa kejayaan zaman dahulu yang mempengaruhi generasi selanjutnya, Plato terkenal di Yunani kuno dan Roma kuno melalui academianya, sedangkan peripatetik mempengaruhi pemikiran filosofis Islam yang dilakukan oleh para filosof Islam, dan mempengaruhi Renaisans dan Barat modern.

Pengertian Aliran Filsafat Peripatetik 

Aliran Filsafat Peripatetik adalah sekolah atau metode pembelajaran filsafat di Yunani kuno. Ajaran atau metode filsafat yang berasal dari pendirinya, yakni Aristoteles, kata Peripatetik juga sebagai sebutan yang ditujukan kepada para pengikutnya atau murid-muridnya.

Mengapa disebut Peripatetik?

Peripatetik sendiri berasal dari bahasa Yunani Paripatein yang artinya berkeliling. Kata itu juga mengacu pada suatu tempat, serambi peripatos. Dan dalam tradisi Yunani, kata itu juga merujuk pada sebuah tempat di serambi gimnasium Athena tempat Aristoteles mengajar sambil berjalan-jalan. Dan merupakan aliran atau metode Filsafat yang muncul pertama kali dalam dunia filsafat. 

Tujuan Aliran Filsafat Peripatetik 

Pada dasarnya, Peripatetik adalah konsep Aristoteles yang memotivasi, mengajarkan murid-muridnya (siswa) dengan cara berjalan-jalan di serambi gedung dan di taman-taman yang indah. Dengan demikian, proses pengajaran akan dilakukan secara alami, langsung dan menarik, menghilangkan rasa beban.

Dimana metode dari aliran filsafat Peripatetik lebih menekankan pada cara mendapatkan pengetahuan di dengan memakai akal atau sering disebut metode silogisme di era sekarang. Dengan kata lain aliran filsafat Peripatetik mengutamakan pendekatan lewat apa yang dilihat atau yang berbentuk materi, meskipun belum tentu aliran ini mengesampingkan pendekatan lainnya.


Inti Pembelajaran Sekolah Peripatetik 

Pertama, cara ekspresi atau penjelasan para filosof bergerak adalah deduksi timbal balik, atau lebih banyak menggunakan logika formal berbasis inferensi.

Kedua, bersifat diskursif, sehingga filosofi yang dikembangkan Peripatetics bersifat tidak langsung karena menggunakan simbol untuk menangkap objek pengamatan, dan simbol dapat berupa kata-kata atau konsep atau representasi.

Ketiga, menekankan rasio daripada mengutamakan pengenalan lewat intuitif

Keempat, mengenai aspek ontologis atau yang disebut teori bentuk, dikatakan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia tersusun atas dua unsur utama, yaitu unsur material dan unsur bentuk.

Nah, selebihnya filsafat Peripatetik atau kelompok Peripatetik sendiri merupakan aliran yang lebih memfokuskan pada pembahasan tentang alam, maka kelompok ini juga disebut filsuf alam. Tepatnya setelah kematian filsuf utamanya yaitu seorang Aristoteles. Dan murid-murid yang meneruskan ajarannya dikenal dengan sebutan Peripatetika atau kelompok filsuf alam, yang mengacu pada kebiasaan Aristoteles dalam mengajarkan filsafat kepada murid-muridnya.


0 Response to "Apa Tujuan Aliran Filsafat Peripatetik ? "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel