Kontribusi Pythagoras dalam Ilmu Pengetahuan


Telah banyak ahli yang mendefinisikan apa itu filsafat. Seperti halnya Poedjawijatna, ia berpendapat bahwa filsafat adalah usaha mencari sebab-sebab segala sesuatu sedalam mungkin hanya berdasarkan pemikiran.

Kemudian menurut Hasbullah Bakri, pengertian filsafat adalah kajian mendalam terhadap segala sesuatu, mulai dari ketuhanan, alam semesta hingga manusia, guna menghasilkan pengetahuan tentang alam yang berada dalam jangkauan akal manusia. Ada pula tokoh filsafat terkenal Plato yang mengartikan filsafat sebagai minat memperoleh pengetahuan tentang kebenaran asali.

Tokoh-tokoh filsafat atau filosof ini sebagian besar berasal dari Yunani karena ilmu ini bermula dari pemikiran Yunani kuno. Para filsuf Yunani ini hidup sekitar abad pertama SM. Meski telah meninggal ratusan tahun, namun pemikiran mereka telah berkontribusi terhadap ilmu filsafat ini. 


Nah, berikut ini adalah seorang tokoh filsafat Yunani yang juga patut kita ketahui.

Jika kita mendengar atau membaca nama Phytagoras pasti kita akan teringat dengan salah satu rumus dalam matematika bukan? Ya benar, pencetus rumus matematika ini adalah Pythagoras yang juga seorang filsuf terkenal. Dimana Pythagoras hidup antara tahun 580-500 SM di kota Kroton, Italia Selatan.


Apa yang membuat Pythagoras terkenal?

Teorema Pythagoras

Sekarang diera modern, orang kita mengenal Pythagoras karena Teorema Pythagoras, rumus matematika yang menyatakan bahwa kuadrat sisi miring suatu segitiga siku-siku sama dengan jumlah kuadrat dua sisi lainnya. 

Oleh karena itu, ia selalu mengajarkan kepada murid-muridnya bahwa segala sesuatu yang ada di alam ini berasal dari bilangan atau angka. Atau pandangan yang mengatakan bahwa alam semesta berpusat pada angka. Maka dengan kata lain, Menurut Pythagoras, segala realitas bisa diukur dengan angka. Oleh karena itu bagi Pythagoras angka merupakan unsur utama alam semesta dan sekaligus menjadi ukuran. 

Rumus Matematika Pythagoras

Dalam bentuk matematika, rumus Pythagoras dapat ditulis sebagai: c² = a² + b², dengan c adalah panjang sisi miring, dan a dan b adalah panjang kedua sisi pendeknya. Rumus di atas digunakan untuk mencari sisi miring atau sisi terpanjang suatu segitiga siku-siku.


Pemikiran Spritual atau Mistisisme

Selain sebagai seorang filosof yang meyakini bahwa manusia harus melakukan pembersihan spiritual agar jiwanya memperoleh kebahagiaan. Sehingga itu semasa hidupnya, ia lebih dipandang sebagai seorang mistikus daripada seorang ahli matematika.

Kenapa mistik? karena ia adalah seorang filsuf Yunani yang ajarannya menekankan pada keabadian dan perpindahan jiwa (reinkarnasi), kebajikan, perilaku manusiawi terhadap semua makhluk hidup, dan konsep “angka” sebagai kebenaran dalam matematika. hanya menjernihkan pikiran tetapi memungkinkan pemahaman obyektif tentang realitas.

Mistisisme Pythagoras meyakini Kepercayaan lain yang juga dikaitkan dengan konsep "harmoni benda langit", yang menyatakan bahwa planet dan bintang bergerak menurut persamaan matematika yang selaras dengan notasi musik, sehingga menghasilkan simfoni yang tidak terdengar. Menurut Porphyry, Pythagoras juga mengajarkan bahwa tujuh Muses sebenarnya adalah tujuh planet yang bernyanyi bersama.

Menurut Aristoteles, kaum Pythagoras menggunakan matematika untuk tujuan mistik dan bukan untuk keperluan sehari-hari. Mereka percaya bahwa segala sesuatu terdiri dari angka-angka. Angka satu (monad) melambangkan asal mula segala sesuatu, sedangkan angka dua melambangkan materi. Angka tiga merupakan “bilangan ideal” karena mempunyai awal, tengah, dan akhir, serta merupakan bilangan terkecil yang jika dititik dapat membentuk segitiga, yang dipuja oleh kaum Pythagoras sebagai lambang ketuhanan. Apollo.


Pengaruh Pythagoras pada para filsuf berikutnya

Perkembangan filsafat Yunani secara umum sangat pesat. Sebagaimana Plato menyebut Pythagoras dalam sejumlah karyanya dan pemikiran Pythagoras, sebagaimana dipahami dan disampaikan oleh para penulis kuno lainnya, merupakan bentuk dasar filsafat Plato.

Murid Plato yang terkenal, Aristoteles (384-322 SM) juga memasukkan ajaran Pythagoras ke dalam pemikirannya sendiri dan karya-karya Aristoteles akan mempengaruhi para filsuf, penyair, dan teolog (di antara banyak lainnya) dari zamannya hingga Abad Pertengahan (476-1500 M).

Dan memasuki zaman modern. Meskipun Pythagoras tetap menjadi sosok misterius pada zaman dahulu, oleh karena itu, ia juga berdiri sebagai salah satu tokoh paling signifikan dalam perkembangan pemikiran filosofis dan keagamaan.

Demikianlah biografi dan gambaran dari pemikiran seorang Pythagoras terhadap dunia terkhusus dalam bidang filsafat pada masanya dan ilmu pengetahuan pada zaman sekarang. Semoga bermanfaat bagi kita, dan semoga selalu bisa menghargai para aktor-aktor intelektual sebagai bentuk penghormatan terhadap mereka. 

0 Response to "Kontribusi Pythagoras dalam Ilmu Pengetahuan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel