5 Puisi Cinta dan Romantis Karya Awin Buton


MENULIS adalah penggunaan kata-kata untuk membangkitkan pikiran dan perasaan. Menulis berarti mengungkapkan gagasan pengarang dalam bentuk puisi, cerpen, opini, resensi, kritik, dan lain-lain, serta menyampaikan maksud pengarang kepada banyak orang melalui tulisan. Dengan kata lain, menulis adalah kegiatan menggunakan kata-kata tertulis untuk membuat catatan dan informasi pada suatu media.

Umumnya tujuan menulis adalah untuk membimbing, menjelaskan, menginformasikan, merangkum, dan membujuk pembaca melalui isi teks. Pembaca dapat memperoleh petunjuk dengan menulis tentang sesuatu yang berupa petunjuk, petunjuk, atau informasi.

Berikut ini adalah upaya penulisan yang dilakukan oleh seorang bernama Awin Buton dibawa ini. Lebih tepatnya, ia menulis puisi dan surat tentang perasaannya dan menggabungkannya untuk menciptakan makna.


1. Ada Cinta di Matamu

Kapanpun aku melihatmu, aku 
melihatmu seutuhnya dengan 
kebencian, rindu dan cinta

Aku memperhatikanmu, aku tahu
ketika seseorang sedang jatuh cinta, 
Ada yang hidup dari dirinya

Dan itu terlihat mengalir di matamu
Seorang yang memupuk mimpi, 
Dalam bingkai mesra kehidupan. 


2. Harap Hati

Tawa indah yang pernah
Menyala memiliki makna
Aroma kerinduan bersua
Hampa bila tak berjumpa
Pesonamu menggugah suka
Rasanya pasti reda
Jika tak hidup berdua
Ku harap kau memahaminya

3. Cinta Seorang Manusia

Cinta seorang manusia 
Kepada seorang manusia
Bisa menjadi sia-sia
Bila tak disertai restuNya

Cinta seorang manusia
Memang tak seperti pemilikNya
Sehingga itu setiap manusia
Semestinya mendambakan ridho-Nya

Daripada itu aku mengusahakannya
Atas nama kesucian cinta kita
Yang ingin ku kekalkan atas ridho-Nya
Semoga Ia merestuinya. 

4. Ada yang Berdebar

Ada yang berdebar
Itulah getar rinduku
Yang mengujam kalbuku
Mengucapkan namamu
Meskipun terbatas jarak
Ia takkanlah berlalu
Meninggalkan sendiri dirimu
Mencekam dalam sunyi
Percaya waktu pasti berlalu
Dan cinta secepatnya bersatu. 

5. Malam Berlalu

Malam-malam berlalu
Jangan terlalu berpikir
Khawatir itu wajar
Takut itu manusiawi
Tapi cintamu jangan mati

Selama kita mau berusaha
Rantau hanya tentang waktu
Cintaku akan selalu mekar
Dan hidup diberbagai musim. 

Ternate, 27 Maret 2024

Nah, ini adalah puisi yang ditulis oleh Awin Buton. Mungkin inilah yang menanti di hati seorang kekasih yang misterius bagi kita namun tidak misterius di hatinya. Semua itu dilakukan dengan semangat yang tidak bisa dihentikan kecuali sebagai karya yang harus dikeluarkan.

Jadi kita hanya bisa berharap dan berdoa semoga mereka bisa segera bertemu, dan apa yang mereka harapkan dalam hati mereka bisa terwujud secepatnya.





0 Response to "5 Puisi Cinta dan Romantis Karya Awin Buton"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel