7 Puisi Pendek Terbaru Karya Kang Thohir


Menulis itu penting karena melalui tulisan kita bisa memberikan informasi yang berguna kepada orang lain yang membutuhkannya. Sesederhana apapun teksnya, pasti bermanfaat bagi yang membutuhkannya. Menulis itu penting karena menulis adalah bentuk komunikasi yang dapat diandalkan.

Selain itu, menulis juga merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan pikiran dan gagasan ke dalam seni, seperti musik, drama, dan puisi. Ini bersifat komikal dan kritis, dan maknanya ditunjukkan dalam puisi berikut.


1.
PRIVASI CINTA
Karya: Kang Thohir

Privasi cinta di kaca publik
Mendamba penuh nyaman
Tak ada yang mengutik
Hakikat cinta terus menggapai harapan

Brebes, 25 Oktober 2023

2.
API RASA
Karya: Kang Thohir

Api rasa itu terus membara
Pada kalbu terus menguatkan asa
Betapa kilaunya rasa cinta
Seakan terus bercahaya bagai obornya

Brebes, 25 Oktober 2023

3.
PERMATA YANG TERPATRI
Karya: Kang Thohir

Biarpun memilih dibenci
Antara harapan dan kebenaran
Di ujung permata yang terpatri
Di balik peristiwa yang terjadi 
penuh kepahitan

Brebes, 25 Oktober 2023

4.
MANGKOK
Karya: Kang Thohir

Sebuah mangkok makan sambil jongkok
Mie pangsit enak rasanya yang dagang namanya Bang Usman
Asli orang Klampok
Aku pun sering makan mie pakai 
mangkok dan menjadi langganan

Brebes, 25 Oktober 2023

5.
SUKA LAGU CHINA
Karya: Kang Thohir

Aku suka lagu China
Begitu indah nan syahdu 
Mengingatkanku pada kenangan cinta
Mendengar alunan musik kian rindu
Bercumbu pada irama waktu
Laksana gelombang rasa yang 
menerjang kalbu

Brebes, 25 Oktober 2023

6.
RUMAH UTARA PENUH KENANGAN
Karya: Kang Thohir

Rumah utara penuh kenangan
Ada suka dan duka kenestapaan
Menapaki asa di persinggahan
Banyak memori cerita kehidupan

Rumah persinggahan kenangan
Biarkan menjadi sejarah
Menatap sebuah zaman
Asal asa tetap melangkah 
penuh berkah

Brebes, 25 Oktober 2023

7.
RUMAH SELATAN RAMAI TONGKRONGAN
Karya: Kang Thohir

Rumah selatan ramai seperti tongkrongan
Ada yang cuman bergurau dan bermain
Dan menjadi tempat tunggu dan pacaran
Duh, rumit aku menatapnya
Dan bagaimana aku menegurnya?
Sedangkan mereka ketika ditegur ngeyel dan berani samaku
Ya, kalau untuk bermain dan bergurau atau tempat tunggu, ya enggak papa
Silahkan saja
Tapi kalau tempat untuk berpacaran
Aku enggak rela
Sebab merusak pemandangan
Tak pantas untuk berpacaran
Karena rumahnya ditepi jalan

Ah, entahlah

Tapi kalau hanya untuk bermain 
atau duduk-duduk ya enggak masalah

Brebes, 25 Oktober 2023


Bionarasi Penulis :


Muhammad Thohir/Tahir (Mas Tair) yang dikenal dengan nama pena Kang Thohir, kelahiran Brebes, Jawa Tengah. Dari dusun/desa Kupu, kecamatan Wanasari. Dari anak seorang petani dan tinggal dari kehidupan sehari-hari bertani, berkebun, menanam bawang merah, padi, kacang, pare, cabai dan sayur-sayuran di ladang sawahnya.

Kini, aku sedang menggeluti dunia tulis menulis atau literasi, khususnya sastra Indonesia. Suka menulis sejak duduk di bangku kelas empat SD dan sampai masuk ke Pondok Pesantren. Aku masih tetap aktif menulis dan semakin semangat 'tuk menulis baik puisi maupun cerpen dan lain sebagainya yang aku tulis. Selain menulis aku juga suka membaca buku agar bisa bermanfaat untuk menambah wawasan (pengetahuan).

0 Response to "7 Puisi Pendek Terbaru Karya Kang Thohir"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel