Filsafat Pendidikan Progresivisme Dan Tokoh-tokoh Pemikirnya


Memahami Konsep Filsafat Pendidikan

Dalam “Pengantar Filsafat Pendidikan” filsafat pendidikan adalah teori atau pemikiran pendidikan yang dihasilkan oleh sifat filosofis pendidik, pengalaman pendidikan dan pengalaman hidup, serta penelitian pendidik terhadap berbagai ilmu yang berkaitan dengan pendidikan. Sekolah Penemuan berkembang.

Dengan kata lain, hubungan antara filsafat dan pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam sistem pendidikan, karena filsafat merupakan arah dan prinsip dasar bagi peningkatan upaya dan pemacu kemajuan, serta merupakan landasan yang kokoh bagi kelangsungan sistem pendidikan.

Mengutip Wikipedia, esensi
Filsafat pendidikan adalah ilmu filosofis yang mempelajari praktik dan hakikat pendidikan. Materi yang dipelajari meliputi tujuan, latar belakang, metode, hasil dan hakikat pendidikan. Metodologi yang digunakan adalah analisis kritis terhadap struktur dan manfaat pendidikan.

Filsafat Pendidikan Progresivisme

Salah satu aliran filsafat pendidikan yang paling berpengaruh dan terbaru adalah filsafat pendidikan progresivisme. Inilah salah satu aliran yang akan kita bahas bersamaan dengan tokoh-tokohnya. 

Progresivisme adalah gerakan dan asosiasi yang didirikan pada tahun 1918. Tren ini berpendapat bahwa pengetahuan yang benar saat ini mungkin tidak benar di masa depan.

Dalam penelitiannya, progresivisme lebih dikenal sebagai aliran filsafat pendidikan modern yang menghendaki penyelenggaraan pendidikan mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu, atas dasar itulah konsep pendidikan progresif menuntut peserta didik untuk selalu mengalami kemajuan, berpikir inovatif, bertindak konstruktif, dan bertindak proaktif.

Selain itu aliran pemikiran ini meyakini bahwa keinginan bawaan manusia untuk berubah selalu berkembang melalui pengalaman lingkungan sekitarnya, sehingga pendidikan menurut filosofi pendidikan aliran ini juga merupakan proses sosialisasi, atau semacam metode pembelajaran yang harus bergantung pada lingkungan eksternal. Proses dimana rasionalitas manusia menyadari atau memecahkan berbagai permasalahan dalam kehidupan.

Artinya dalam konteks filsafat pendidikan, progresivisme merupakan aliran pemikiran yang menekankan bahwa pendidikan tidak sekedar membekali siswa dengan kumpulan ilmu pengetahuan, tetapi harus mencakup kegiatan yang melatih kemampuan berpikirnya sedemikian rupa sehingga memungkinkannya berpikir.

Tokoh-tokoh yang berperan penting dalam perkembangan aliran filsafat pendidikan progresif adalah sebagai berikut:

1. William James (1842-1910 M)

William James adalah seorang filsuf, paling dikenal sebagai salah satu pendiri aliran pragmatisme dan psikolog terkemuka. Ide-ide psikologisnya kemudian memunculkan psikologi pendidikan di dunia Barat abad ke-19.


William James menekankan pentingnya mengamati pengajaran di kelas dalam meningkatkan pendidikan dan merekomendasikan agar pendidik mengajarkan mata pelajaran satu tingkat di atas tingkat pengetahuan dan pemahaman anak-anak untuk memperluas pemikiran mereka.

William James juga percaya bahwa fungsi otak atau pikiran harus dipelajari sebagai bagian dari disiplin ilmu utama ilmu pengetahuan alam. Lebih jauh lagi, William James menekankan psikologi emansipatoris dan mendasarkan posisinya pada ilmu perilaku.

2. John Dewey (1859-1952 M)

John Dewey adalah seorang filsuf pragmatis Amerika. Di sisi lain, John Dewey juga seorang kritikus sosial dan pemikir terkenal di bidang pendidikan.

John Dewey mengajukan progresivisme dalam teori pendidikannya, yang lebih menekankan pada siswa dan kepentingan mereka dibandingkan pada mata pelajaran itu sendiri. Karena menurut John Dewey, dengan menekankan dan memperhatikan siswa dan minat siswa maka pembelajaran akan lebih nyaman dan diperoleh hasil yang sebesar-besarnya, karena hal tersebut tidak dipaksakan, melainkan berasal dari kepentingan siswa itu sendiri.

Teori lain dalam bidang pendidikan adalah pendekatan learning-by-doing. Dewey mengatakan bahwa untuk mempelajari sesuatu tidak perlu banyak belajar karena dengan segera mempelajarinya maka otomatis kita menguasai tindakan atau tindakan yang benar.

3. Hans Vaihinger (1852-1933 M)

Hans Vaihinger adalah seorang filsuf Jerman dan sarjana Kant yang terkenal. Hans Vaihinger percaya bahwa satu-satunya ukuran suatu gagasan atau pemikiran adalah kegunaannya dalam memahami dan mempengaruhi peristiwa-peristiwa dunia.

Menurutnya, “tahu” mempunyai arti praktis, yaitu orang yang dikatakan “tahu” menerapkan ilmunya sehingga ia “mengetahui” manfaat dari apa yang dilakukannya.

Demikianlah penjelasan terhadap pemikiran filsafat pendidikan Progresif dan tokoh-tokoh yang mempengaruhi proses pengembangan filsafat pendidikan tersebut. 

0 Response to "Filsafat Pendidikan Progresivisme Dan Tokoh-tokoh Pemikirnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel