5 Filsuf Berbicara Tentang Kepemimpinan


Berikut 5 Filsuf yang membicarakan konsep Tentang Kepemimpinan 

Berbicara tentang kepemimpinan, maka yang utama terbayang adalah pemimpin negara, Presiden. karena hanya hal itu yang menyelimuti surat kabar maupun media online yang terus membombardir masyarakat dengan politics news akhir-akhir ini. Namun tidak sedikit orang yang mempertanyakan bentuk atau konsep kepemimpinan yang baik untuk mereka seperti apa. 

Hal ini wajar karena setiap kali ada yang terpilih menjadi Presiden selalu meninggalkan kekecewaan yang mendalam dari beberapa aspek dalam negara itu sendiri. Nah berikut tawaran untuk membentuk atau memilih seorang pemimpin dengan landasan-landasan dibawah ini.


1. G.W. Friedrich Hegel (1770-1831)

Pertama seorang Hegel, Hegel membicarakan tentang kepemimpinan dengan menawarkan untuk lebih mengedepankan Pencarian Sintesis

Pemikiran ini berangkat dari pemikiran Imanuel Kant yang dipertajam sekaligus diperluas olehnya. Dimana Hegel terkenal dengan metode filsafatnya yang mencoba untuk menyatukan unsur-unsur yang berbeda dalam konteks realitas. 

Dimana Hegel mencoba merumuskan suatu sintesis teruntuk berbagai perihal yang berbeda-beda. Konsep ini dalam pandangan sebagian besar orang juga bisa diterapkan di dalam bidang kepemimpinan, sebagai langkah konsep kepemimpinan yang berangkat dari sintetis atau perbandingan untuk menemukan kebenaran..


2. Soren Kierkegaad (1813-1855 M)

Kierkegaad memperkenalkan pemikiran tentang kepemimpinan dengan sebutan Kepemimpinan Autentik
 
Filsafat Hegel memiliki pengaruh besar, tidak hanya untuk Marx, tetapi juga untuk kierkegaad seorang filsuf yang berasal dari Denmark. Menurut kierkegaad tugas utama filsafat adalah membuat manusia menjadi otentik. Otentik berarti orang mampu secara bebas memutuskan, kebebasan ini, ia lalu menjalin hubungan dengan orang lain, juga termasuk dalam politik.

4. Jurgen Habermas (1929-sekarang)

Dallam konsep kepemimpinannya mengajukan kepemimpinan yang komunikatif. Artinya filsuf yang mencoba merumuskan teori tentang komunikasi dari kaca mata filsafat adalah Jurgen Habermas

Pemikiran ini berangkat dari pandangan tentang manusia yang pada dasarnya merupakan akar jaringan dari berbagai aspek, baik dari aspek biologis, sosial sampai dengan aspek spiritualnya. Dimana ketiga aspek ini saling berhubungan dan berkaitan hingga membentuk satu kesatuan ontologis yang dikenal sebagai, Manusia.

Dan komunikasi merupakan cara terbaik manusia untuk membentuk jaringan dalam menjalankan tugas kepemimpinan seseorang sebagai salah satu faktor terpenting menjalani dari suatu kepemimpinan. 

4. Jacques Derrida (1930-2004 M)

Sebelumnya Jacques Derrida merupakan seorang filsuf asal Perancis, yang hidup pada abad modern.

Sebagai seorang filsuf yang terkenal dengan metode filsafat Dekonstruksi yang dikembangkan olehnya, maka menurutnya atau mengajukan Konsep keperawatan yang disebut kepemimpinan Dekonstruktif, dimana ini sangat baik untuk merubah baiknya suatu kepemimpinan.

Dekonstruksi sendiri adalah gerakan akal budi manusia untuk mempertanyakan hal-hal yang sudah ada dengan menunda kepastian maknanya. Dimana gerakan ini mempertanyakan hal-hal lama yang sudah dianggap pasti. 

Oleh sebab itu dengan pemikiran dekonstruksi, seorang manusia kembali mempertanyakan tentang tradisi, dan dengan dekonstruksi juga, manusia bergerak melampaui batas atas dasar dari pandangan-pandangan yang semulanya keliru..

5. Anthony Giddens (1938-sekarang)

Dengan konsep kepemimpinan Diskursif yang diajukan oleh seorang Giddens, maka menurut Giddens, apa yang membuat orang hidup bersama-sama dalam suatu kelompok, dan apa yang membuat kelompok ini tetap ada.

Anthony Giddens berpendapat bahwa masyarakat bisa ada dan diikat oleh apa yang disebutnya sebagai kesadaran praktis (practical consciouness). Dimana kesadaran praktis memiliki pengertian seperti kebiasaan yang sudah dilakukan lama oleh sekelompok orang.
 
Selebihnya menjadi budaya yang ada terus menerus, dan pada akhirnya terus dilakukan tanpa disadari karena sudah menjadi kebiasaan yang ada secara alami.

Nah, dari pemikiran kelima filsuf diatas, maka dapat kita simpulkan bahwa kepemimpinan dapat dibentuk dengan berbagai karakter, dan seseorang yang memilih dapat memilih diantaranya atau mencari seseorang yang memenuhi kriteria semuanya..

Dengan kata lain dapat diciptakan atau dapat tercipta terbentuk dari sesuatu yang melandasi pemikirannya, tingkah laku seorang pemimpin. Dimana hal itu pula yang bertransformasi kedalam perilaku politik seseorang.


0 Response to "5 Filsuf Berbicara Tentang Kepemimpinan "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel