Puisi Bertanya Pada Koruptor

Puisi Bertanya Pada Koruptor - Korupsi adalah sebuah tindakan yang dilakukan seseorang atau kelompok untuk memperkaya diri sendiri maupun kelompoknya. Terlebih tindakan korupsi juga dilakukan dengan cara mementingkan kepentingan pribadi, maka dengan semua latarbelakang itu jelas bahwa tindakan tersebut merugikan banyak orang.


Puisi Bertanya Pada Koruptor -
Korupsi adalah sebuah tindakan yang dilakukan seseorang atau kelompok untuk memperkaya diri sendiri maupun kelompoknya. Terlebih tindakan korupsi juga dilakukan dengan cara mementingkan kepentingan pribadi, maka dengan semua latarbelakang itu jelas bahwa tindakan tersebut merugikan banyak orang.

Nah, Tindakan Korupsi sendiri lebih di lekatkan pada orang yang memiliki jabatan atau memangku kekuasaan tertentu dalam sebuah komunitas, instansi negara maupun lembaga tinggi negara, dan orang yang melakukan tindakan korupsi di sebut Koruptor.

Indonesia sendiri adalah salah satu negara yang diketahui sebagai negara yang menduduki peringkat kesekian dari 5 besar negara terkorup di dunia, dimana dengan angka kasus korupsi terbesar itu Indonesia mengoleksi koruptor dengan beragam bentuk dan beragam kasus di berbagai lembaga, termasuk lembaga keagamaan dan lembaga yang seharusnya mengawal suara rakyat itu sendiri,

Dengan dinamika itu, maka puisi ini dapat diasumsikan sebagai kritikan oleh rakyat kepada pemangku jabatan di nagara tercinta ini. Sebab harus diakui bahwa rakyat telah berulang kecewa yang pada akhirnya menimbulkan ketidakpercayaan pada lembaga negara manapun dan bahkan Presiden itu sendiri.


Puisi Bertanya Pada Koruptor

Terlihat senyum mekar di balihomu,
kenapa yang tercium bau busuk
dalam hatimu

Terbaca niatmu di brosur kertasmu,
mengapa yang dapat dieja hanya
otak rakusmu

Terdengar kesetaraan dibalik kata-
katamu, lalu kenapa yang terdengar
jumlah kekayaanmu

Terasa indah di setiap janji-janjimu,
mengapa yang terealisasi cuma janji
pribadimu

Terpatri keadilan di setiap tutur katamu,
lalu bagaimana bisa yang terisi hanya
dompetmu

Tersurat kesejahteraan di visi-misimu,
entah mengapa kami masih kekurangan
karenamu

Tersirat masa depan di seloganmu,
bagaimana yang tercatat hanya
catatan korupsimu

Inilah tanya untuk koruptor dari kami,
yang mulai berani bertanya walau
sebenarnya tak lagi menanti.. 

Bumi 17 April 2020

Demikianlah puisi satire yang bertanya namun dengan sengaja berupaya menyentil keberadaan janji-janji yang di lontarkan para tokoh politik yang akhirnya terjerat kasus korupsi.

0 Response to "Puisi Bertanya Pada Koruptor"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel