Pemikiran Filsafat Skeptisisme David Hume


David Hume (1711-1776 M)

David Hume adalah seorang filsuf, ekonom, pengamat politik, kenegaraan dan sejarawan Skotlandia. Dalam hidupnya David Hume dianggap sebagai salah satu filsuf terpenting dalam filsafat Barat dan filsafat aba Pencerahan dari Skotlandia. David Hume lahir 26 April 1711 di Edinburgh, Skotlandia dan meninggal 25 Agustus 1776.

Meskipun sebagian besar minat terhadap karya Hume berpusat pada tulisan-tulisan filsafat, dialah yang mendapat pengakuan dan rasa hormat sebagai sejarawan. Bukunya A History of England adalah karya dasar selama 60 atau 70 tahun sejarah Inggris hingga karya Macaulay. Karya Hume yang paling penting adalah "Penyelidikan Pemahaman Manusia" (1748) dan "Penyelidikan Prinsip-Prinsip Moral" (1751).

Hume memahami filsafat sebagai ilmu induktif dan eksperimental tentang sifat manusia. Dengan mencontoh metode ilmiah fisikawan Inggris Sir Isaac Newton dan berdasarkan epistemologi filsuf Inggris John Locke, Hume berusaha menjelaskan bagaimana pikiran memperoleh apa yang disebut pengetahuan. 

Hume kemudian menyimpulkan bahwa teori realitas apa pun adalah mustahil. Tidak ada pengetahuan selain pengalaman. Terlepas dari dampak epistemologinya yang bertahan lama, Hume tampaknya menganggap dirinya seorang moralis.

Skeptisisme David Hume

Dari sekian banyak aliran pemikiran yang digelutinya, David Hume juga dikenal sebagai penganut pandangan dalam tradisi skeptis. Dengan kata lain, kita tidak dapat mengetahui apa pun tentang dunia ini dengan pasti. Dia berpendapat bahwa sebagian besar keyakinan kita tidak memiliki pembenaran rasional. Dia mempertanyakan bagaimana kita sampai pada kesimpulan yang kita anggap benar.

Selain itu dalam skeptisisme, Hume memandang pentingnya skeptisisme ilmiah, karena bagi Hume, skeptisisme merupakan metode penting dalam setiap diskusi yang jujur, sikap ini dapat membentuk pemikiran lebih lanjut terhadap suatu masalah, membangkitkan kehati-hatian berpikir dan menguji kebenaran masalah dari setiap pertanyaan.

Bentuk skeptisisme Hume dikenal sebagai skeptisisme konsekuen, dimana skeptisisme Hume dibangun sebagai serangannya kepada 
3 doktrin rasionalisme, 

1. Hume ingin menolak doktrin rasionalis yang mendalilkan: “Pikiran dapat mengetahui kebenaran-kebenaran penting meskipun kita tidak pernah mengalaminya. Para rasionalis pada umumnya percaya pada pengetahuan sebelumnya (ide). 

Oleh karena itu, kita pasti dapat memahami kebenaran metafisik”. Hume adalah seorang empiris sejati, bahkan radikal, yang menolak ide-ide rasionalis karena ia percaya: “Sumber pengetahuan adalah pengalaman. Tidak ada ide bawaan.”

Ungkapan ini jelas bertentangan dengan rasionalisme, Rasionalisme berpendapat bahwa sains dan kebenaran tidak perlu dialami. melalui indra, namun hanya didasarkan pada proporsi manusia. Selain itu, konsep-konsep bawaan tersebut merupakan hal-hal yang belum terjamah oleh pengalaman dan empirisme manusia, sehingga tidak benar-benar ada. 

2. David Hume menyerang pemikiran keagamaan, baik Katolik, Anglikanisme (yang masih meyakini adanya Penyebab Tertinggi), atau Deisme. Sebab bagi Hume agama bukanlah sesuatu yang empiris, bahkan cenderung takhayul klasik yang tak terbukti

3. Hume menolak dan serta mengkritisi filosofi empirisnya sendiri karena merasa masih percaya pada keberadaan entitas. Entitas sendiri ialah gagasan standar yang digunakan juga oleh filsuf sebelum ia seperti John Locke yang meyakini akan keberadaan entitas fisik, walau belum tentu kita sepenuhnya memahami sifat entitas tersebut. 

Demikian penjelasan singkat tentang pemikiran skeptisisme dari seorang filsuf Skotlandia yang bernama David Hume.

0 Response to "Pemikiran Filsafat Skeptisisme David Hume"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel