Terbaru, 8 Puisi Pendek Karya Kang Thohir


Terkadang seseorang yang merasakan apa yang di kepala dan hatinya membutuhkan tempat untuk menuangkan perasaan tersebut. Dan banyak orang di dunia modern menuangkan kedalam updatan status di laman Facebook, twitter dan lainnya. 

Namun bagi para penulis khususnya sastra semisal puisi, syair lebih memilih menuangkan kedalam bingkai puisi kemudian di publish ke blog.com atau Facebook, twitter pribadi


1.
GURU SEJATI
Karya : Kang Thohir

Batin ini menghadap diri
Bertemu dengan guru sejati
Meski tak sampai tinggi
Namun rasa cintaku padanya takkan henti

Brebes, 22 Juni 2023

2.
AMPLOP
Karya : Kang Thohir

Aku emang tak suka diberi-beri
Meski hanya sedikit saja
Membuat aku tak enak diri
Ketika aku diberi amplop
Aku juga tak suka amplopnya
Namun suka dengan uangnya
Amplopnya dibuang saja
Hahahaha

Brebes, 22 Juni 2023

3.
BEGITU SEMU
Karya : Kang Thohir

Aku tidak tahu soal itu
Bila aku tak bertemu
Dalam dekapan waktu
Tapi ruang itu begitu semu
Senyap dan tak menentu

Brebes, 22 Juni 2023

4.
DURI MENGHUJAM
Karya : Kang Thohir

Berjalan di atas duri menghujam
Batin ini terasa menikam
Meski aku diam
Namun tak kuasa menahan air mata kian suram

Brebes, 23 Juni 2023

5.
SANG DURJA
Karya : Kang Thohir

Dilema hati menjadi luka
Pada saat hati mulai bahagia
Namun terhempas sang durja
Sang durja yang bermuka dua

Brebes, 23 Juni 2023

6.
HARAPAN KIAN SIRNA
Karya : Kang Thohir

Setitik harapan kian sirna
Pada hati mulai suka
Pada rasa yang bergejolak di dada
Namun terasa asing dibalut luka

Brebes, 23 Juni 2023

7.
MENJADI RENDAH
Karya : Kang Thohir

Dataran tinggi menjadi rendah
Ditumpuk kerikil di balik tanah
Sulit mendaki dan melangkah 
Hangus dibuai harapan kian lelah

Brebes, 23 Juni 2023

8.
PENUH BANGGA

Entah berapa lama ia akan mencerca
Padahal dirinya lupa
Dengan rasa ketinggian penuh bangga
Memandang rendah dan sebelah mata

Brebes, 23 Juni 2023

Tentang Penulis:

Mohammad Tohir/Tahir (Mas Tair), nama pena Kang Tohir, lahir di Brebes, Jawa Tengah. Dari sebuah dusun/desa di Kupu, subbagian Wanasari. Anak seorang petani yang hidup dari bertani dan berkebun, menanam bawang merah, padi, buncis, pare, cabai dan sayuran di sawah.

Saat ini saya sedang mempelajari bidang kepenulisan atau sastra, khususnya sastra Indonesia. Ia gemar menulis sejak kelas empat sekolah dasar dan masuk pesantren. Saya masih aktif menulis, dan saya semakin semangat menulis puisi dan cerpen, dll. Selain menulis, saya juga suka membaca, yang dapat menambah pengetahuan (pengetahuan) saya.

0 Response to "Terbaru, 8 Puisi Pendek Karya Kang Thohir"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel