Klaim Aliran Empirisme dalam Proses Memperoleh Kebenaran


Pada waktu yang berlalu sebelumnya, kita telah menguraikan sebuah artikel yang berjudul, Sejarah Aliran Filsafat Rasionalisme. Dimana aliran ini adalah paham yang memicu lahirnya aliran empirisme atau menjadi lawan debat dari aliran empirisme di masa berkembang kembalinya filsafat Barat di Eropa kala itu. 

Nah mari kita lanjut, Empirisme adalah aliran filsafat yang menyatakan bahwa semua pengetahuan berasal dari pengalaman dengan indera manusia. Secara etimologis, kata empirisme berasal dari kata Yunani emperia, yang berarti pengalaman. Maka dari dalam pemahaman empirisme, kebenaran hanya dapat diperoleh melalui pengalaman. (Wikipedia) 

Empirisme pertama kali muncul di Inggris sebagai reaksi atas kelemahan rasionalisme. Aliran filsafat yang berkembang lebih awal dari empirisme dan yang mendalilkan bahwa pengetahuan manusia yang sejati hanya berasal dari akal atau hanya dari akal.

Sebagai pemikiran yang bertentangan dengan pemikiran rasionalis yang dikemukakan oleh Descartes. Gagasan asli empirisme dikemukakan oleh (Thomas Hobbes, 1588-1679), yang mengembangkan gagasan bahwa semua pengetahuan dimulai dengan pengalaman indrawi.

Seperti disebutkan di atas, kata empirisme sendiri berasal dari kata Yunani emperia, yang berarti pengalaman indrawi. Empirisme dengan demikian dikaitkan dengan gagasan memilih pengalaman sebagai sumber utama pengetahuan, baik pengalaman eksternal tentang dunia maupun pengalaman internal tentang manusia.

Hingga empirisme dipahami sebagai aliran yang menjadikan pengalaman sebagai sumber pengetahuan. Proses mengasumsikan bahwa pengetahuan diperoleh melalui pengamatan atau pengalaman yang dirasakan. Pengalaman adalah unsur dasar dari pengetahuan, itu adalah sumber pengetahuan manusia.

Penganut empirisme mengatakan bahwa pengalaman tidak lain adalah hasil dari suatu objek yang merangsang organ indera, yang kemudian dipahami di otak, dan sebagai akibat dari rangsangan ini, terbentuk respons terhadap objek yang merangsang organ indera tersebut.

Empirisme memainkan peran yang sangat penting dalam pengetahuan. Pengikut aliran ini melihat pengalaman sebagai satu-satunya sumber dan landasan pengetahuan. Pengalaman indrawi sering dilihat sebagai mahkamah agung.

Namun, proses ini memiliki banyak kelemahan diantaranya sebagai berikut :

(1) Keterbatasan sensorik

(2) Indra seringkali menipu

(3) Objek juga menipu, misalnya halusinasi atau fatamorgana 

(4) Indera dan objeknya ada pada waktu yang bersamaan.

Jadi kelemahan empirisme ini adalah karena keterbatasan indra manusia, sehingga ada aliran kritisisme yang telah dibahas dalam salah satu artikel di blog ini dengan judul, Apa tujuan aliran filsafat kritis?. 

Namun disisi lain, empirisme memiliki kelebihan yang diakui oleh sebagian besar para ahli, yakni empirisme memiliki kelebihan di sisi pengalaman inderawi sebagai sumber ilmu pengetahuan yang benar,  sebab paham empirisme lebih mengedepankan fakta-fakta yang terjadi secara langsung dilapangan. 


0 Response to "Klaim Aliran Empirisme dalam Proses Memperoleh Kebenaran"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel