Puisi Bertanya Pada Diamnya

Puisi Bertanya Pada Diamnya
Foto oleh mohamed abdelghaffar dari Pexels

Puisi Bertanya Pada Diamnya - Merupakan puisi yang dirangkaikan dengan tinta kerinduan kepada seorang kekasih yang lama tak berkabar. Dimana itu membuat semua rasa di hati berkecamuk dalam bentuk pertanyaan hati.

Terlebih, pada uraian puisi dibawah ini memuat pernyataan sekaligus pertanyaan tentang kelangsungan hubungan percintaan antara keduanya..

Puisi Bertanya Pada Diamnya

Pada malam yang senyap
Rindu ini terasa tersekap
Tenggelam hampir lenyap

Diamnya mulai membiru
Perihnya berlaku selalu
Beratnya menyiksaku

Kaulah yang ku tunggu
Karenanya kehadiranmu
Akan sangat membantu

Meredam keluh kesah
Hilangkan cambuk resah
Yang masih kian terasa

Kembalilah dengan pelukmu
Tenangkan lara di jiwaku
Lenyapkan gunda hatiku

Jangan biarkan aku menahan
Terluka menjaga perasaan
Dengan seduhan kebosanan

Jangan tanya aku kenapa
Hatiku berbalut banyak tanya
Karena kau tak menyapa

Bukankah kau yang berucap
Kau akan selalu menetap
Membuat rindu tanpa ratapan?

Namun kau tinggalkan aku
Menerjemahkan semua rindu
Tanpa adanya dirimu

Kenapa? Kenapa??

Bumi, Musim Hujan Gerimis

Demikianlah puisi yang menceritakan tentang sebuah hubungan yang tiba-tiba dingin tanpa berita yang berkaitan dengan cinta..



0 Response to "Puisi Bertanya Pada Diamnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel