Puisi Kau Titah Abadi

Puisi Kau Titah Abadi - Adalah ungkapan ketakjuban yang ditujukan kepada seorang yang dikasihi oleh hati yang telah ditundukkan oleh mata yang indah dan jiwa yang rupawan seseorang. terlebih puisi ini juga menggambarkan sebuah ungkapan rindu yang menyelimuti ketika datangnya hujan dikala diam sendiri.
Foto oleh Jeffrey Czum dari Pexels
 
 
Puisi Kau Titah Abadi - Adalah ungkapan ketakjuban yang ditujukan kepada seorang yang dikasihi oleh hatiyang telah ditundukkan oleh mata yang indah dan jiwa yang rupawan seseorang. terlebih puisi ini juga menggambarkan sebuah ungkapan rindu yang menyelimuti ketika datangnya hujan dikala diam sendiri.
 
Puisi yang terangkai disaat hati yang mengingat kenangan-kenangan berdua yang pernah dilewatkan dan juga menggambarkan sebuah perasaan yang menggebu-gebu ini, seyogyanya diharapkan terkirim kepada yang dituju dan terbaca oleh yang dicintai itu.


Puisi Kau Titah Abadi

Ahk hujan lagi, membuat rindu
makin menggigil lalu ingat
matanya hingga pagi

Matanya coklat indah seperti
anggunnya, hatiku tunduk patuh
di sorot mata coklatnya

Seketika teringat jalanan basa,
yang ditapaki melewati
hujan bersama

Sekedar kau tahu, hatiku ingat
kamu, kamu yang menaklukkan
diriku

Hidupku kini tersenyum di bibirnya,
hatiku tak pernah tergelincir
seperti sekarang

Tak ada alasan menerjemahkan
rasa, cukup pada asa yang
memandang bahagia

Diriku seakan ditampar penuh
amarah, jika keindahannya
dipuji salah arah

Dunia penuh kesulitan, tanpa
bayangmu hidup sekedar mati
di belantara hutan

Telah pasti tak ada yang dapat
menyelamatkan, kecuali merangkak
menujunya untuk sebuah pelukan

Apa yang harus dilakukan demi
hati? Ya, membahagiakanmu
ialah sebuah titah yang abadi

Bumi 30 Oktober 2018


Demikianlah sebuah ungkapan rasa yang dirangkaikan dalam sebuah puisi yang mesra dan menyentuh kalbu ini, semoga tersampaikan dan semoga melanggengkan keduanya sampai akhir khayat.

0 Response to "Puisi Kau Titah Abadi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel