Kumpulan Puisi Karangan Kang Thohir


Menggambarkan keinginan dan keindahan selalu menjadi hal yang cukup melelahkan tapi ketika telah mencapai targetnya maka terbalaslah dengan keindahan dan kebanggaan. Mungkin itu yang dirasakan oleh kang Thohir ketika saat menuliskan karya-karyanya. Sehingga tidak ada kata lelah untuknya. 

1. MENATAP INDAH KALA
Karya : Kang Thohir

Aku pun berhak bahagia
Menatap indah kala
Atma tak ada nestapa
Di antara kepahitan yang ada

Mungkin hanya saja
Berfikir lebih enak
Tak ada dengki melanda
Renungkanlah sejenak

Brebes, 19 November 2023

2. BAHAGIA ADALAH HARAPAN DAN IMPIAN
Karya : Kang Thohir

Dari perhiasan intan permata yang ada
Maka bahagia lebih berharga
Tak ada pertengkaran melanda
Hingga menetralkan jiwa

Bahwa kebahagiaan itu sangatlah diidamkan
Namun hakikatnya adalah cinta
Bukan dari nafsu dunia belaka
Karena rasa bahagia adalah harapan dan impian

Tegak pendirian
Lepaskan dalam kebebasan
Serta kedamaian
Sungguh suatu keindahan

Brebes, 19 November 2023

3. BURUNG JALAK
Karya : Kang Thohir

Dulu bapakku punya burung jalak
Setiap hari kasih makan
Dirawat dengan penuh kasih sayang dan tegak
Namun burung jalak itu telah mati bersama bapakku yang telah meninggal dunia

Brebes, 19 November 2023

4. BANYAK BURUNG DARA
Karya : Kang Thohir

Bapakku dulu suka memelihara burung dara
Begitu banyak dan bertebaran di mana-mana
Sampai-sampai tak terhitung
Namun begitu beruntung

Burung dara itu terbang melayang
Di pelataran rumah
Dan ada yang di kandang
Membuat hidup kian berkah

Namun semua itu telah hilang
Diterkam atau kesetrum
Ada yang mati dan atau tak pulang
Membuat asa termenung
Hati tak terbayang

Brebes, 19 November 2023

5. BANYAK BEBEK
Karya : Kang Thohir

Selain memelihara burung dara dan burung jalak
Bapakku juga memelihara bebek begitu banyak
Di kandang yang luas
Membuat hati kian puas

Namun bebek-bebek itu telah sirna
Setelah bapakku meninggal dunia
Hingga tak terawat
Bahkan banyak yang mati teramat sangat

Brebes, 19 November 2023

6. PENOMENA POCONG IRENG
Karya : Kang Thohir

Dulu waktu aku kecil ada penomena pocong ireng
Marak di kalangan pedesaan
Tak boleh ada sendal atau baju di luar rumah ketika malam
Katanya akan dijilatin pocong ireng
Banyak beredar di mana-mana
Membuat malam yang mencekam seram
Membuat asa takut kemana-mana

Namun berangsur-angsurnya penomena itu telah sirna
Tak dengar lagi rumor itu
Hingga kembali seperti semula
Bisa keluar malam ke sana-ke situ

Brebes, 19 November 2023


Bionarasi Penulis :

Muhammad Thohir/Tahir (Mas Tair) yang dikenal dengan nama pena Kang Thohir, kelahiran Brebes, Jawa Tengah. Dari dusun/desa Kupu, kecamatan Wanasari. Dari anak seorang petani dan tinggal dari kehidupan sehari-hari bertani, berkebun, menanam bawang merah, padi, kacang, pare, cabai dan sayur-sayuran di ladang sawahnya.

Kini, aku sedang menggeluti dunia tulis menulis atau literasi, khususnya sastra Indonesia. Suka menulis sejak duduk di bangku kelas empat SD dan sampai masuk ke Pondok Pesantren. Aku masih tetap aktif menulis dan semakin semangat 'tuk menulis baik puisi maupun cerpen dan lain sebagainya yang aku tulis. Selain menulis aku juga suka membaca buku agar bisa bermanfaat untuk menambah wawasan (pengetahuan).

0 Response to "Kumpulan Puisi Karangan Kang Thohir"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel