7 Fakta Penting Tentang Simone de Beauvoir


Simone de Beauvoir adalah salah satu intelektual terhebat abad ke-20, yang membuka jalan bagi Feminisme Modern. Wanita yang lahir di Perancis ini adalah seorang Feminis, Aktivis, Ahli teori, Filsuf dan Novelis yang terkenal blak-blakan secara teks -teks ikonik yang tetap relevan secara sosial hingga saat ini.

Dimana esai filosofisnya pada tahun 1949 berjudul, The Second Sex menjadi dasar bagi seluruh gerakan feminis modern. Dia termasuk dalam Filsuf aliran filsafat eksistensial bersama rekan-rekannya filsuf dan novelis Jean-Paul Sartre dan filsuf dan penulis Albert Camus. Di sini kita mengkaji beberapa fakta terpenting tentang kehidupan intelektual avant-garde Prancis ini.

1. Simone adalah seorang Katolik
Ketat ketika masih belia

Sebagaimana yang terdapat pada catatan hidup Simone de Beauvoir, dimana ia tumbuh dalam keluarga Katolik yang ketat dimana sebagian besar pendidikannya dihabiskan di sekolah biara. Bahkan disaat masih muda, dia bahkan mempertimbangkan untuk menjadi seorang biarawati yang mengabdikan dirinya hanya untuk mengurus persoalan ketuhanan. 

Akan tetapi pada usia 14 tahun, Simone de Beauvoir mengalami krisis iman dan meninggalkan semua agama. Sebaliknya, ia berkonsentrasi pada mata pelajaran ilmiah dan rasional, mempelajari filsafat, sastra, dan matematika.

2. Simone dilahirkan dalam 
Keluarga Borjuis

Simone de Beauvoir terlahir dalam keluarga borjuis di Perancis, Ayahnya adalah seorang Sekretaris Hukum dan Ibunya memiliki silsilah Bankir Kaya. Namun, keadaan keuangan mereka berubah drastis ketika Perang Dunia Pertama berlangsung hingga berakhir, keluarga mereka bangkrut, sehingga dia mengambil kesempatan untuk menghidupi dirinya sendiri.

3. Seorang Pelajar dari Sekolah 
Ternama dan Lulusan Termuda
 
Setelah meninggalkan rumah, Beauvoir belajar Filsafat di Universitas Sorbonne yang bergengsi di Paris. Dia adalah murid yang luar biasa. Dimana dia lulus pada usia 21 tahun, dia adalah orang termuda yang memperoleh gelar di bidang filsafat di Prancis kala itu.

Kemudian tesis terakhirnya pada tahun 1929, ia memutuskan untuk memusatkan perhatiannya pada kehidupan dan karya seorang matematikawan yang bernama Gottfried Wilhelm Leibniz. 

4. Menikah dengan Filsuf 
Jean-Paul Sartre

Ketika Beauvoir baru berusia 21 tahun dan masih menjadi pelajar, dia bertemu dengan seorang pelajar sekaligus filsuf pemula bernama Jean-Paul Sartre. Mereka mengembangkan hubungan romantis berdasarkan hubungan intelektual yang mendalam. Keduanya berteman dekat selama sisa hidup mereka, memberikan informasi dan membentuk sifat pekerjaan masing-masing. Namun, hubungan mereka luar biasa bahkan menurut standar sekarang.

Mereka tidak pernah menikah atau memiliki anak, tidak pernah serumah, dan memiliki hubungan terbuka yang memungkinkan satu sama lain memiliki kekasih di luar hubungan tersebut. Namun, Sartre adalah pria yang suka pilih-pilih, sedangkan Beauvoir jarang menjalin hubungan dengan orang lain.

5. Seorang Eksistensialis 
Terkemuka

Sepanjang karirnya yang panjang, Beauvoir mengkaji gagasan seputar keberadaan manusia dan hak individu untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.

Dengan melakukan hal itu, ia mewujudkan gaya filosofis eksistensial. Dalam karya besar pertamanya yang diterbitkan, She Stays (1943), Beauvoir menciptakan kisah cinta segitiga fiksi antara dirinya, Sartre, dan seorang siswa bernama Olga Kosakevich.

 Dia menggunakan novel tersebut untuk mempertanyakan sifat hati nurani pribadi dalam kaitannya dengan hubungan intim lainnya. Novel lain yang mengeksplorasi tema serupa tentang kepribadian dan kesadaran termasuk The Blood of Another (1945) dan All Men are Mortal (1946). Beauvoir juga menulis banyak esai, artikel, dan drama yang mengeksplorasi tema-tema eksistensial yang relevan dengan kehidupan modern.

6. Seorang Feminis Radikal

Pada tahun 1949, Beauvoir menerbitkan artikel setebal 1.000 halaman berjudul "Le Deuxième Sexe" ("The Second Sex", 1949). Dalam artikelnya, ia mengkritisi patriarki yang mengakar dalam masyarakat dan menempatkan perempuan sebagai “warga negara kelas dua” yang menurutnya hanya ada untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan laki-laki. Dia menulis: "Seseorang tidak dilahirkan tetapi menjadi seorang wanita sayapnya terpotong dan kemudian dia disalahkan karena tidak mampu terbang."

Kritikus paling keras menganggap tulisan Simone de Beauvoir tidak senonoh dan tidak bermoral. Pada saat yang sama, Vatikan bahkan menambahkan artikel tersebut ke dalam daftar buku terlarang mereka, menunjukkan betapa konservatifnya masyarakat Eropa pada saat itu. Meskipun banyak kontroversi, esai ini tetap menjadi karya Beauvoir yang paling penting dan paling terkenal sepanjang masa, dan merupakan pendahulu penting bagi feminisme modern.


7. Memiliki Anak seorang 
Profesor Filsafat

Seperti kita ketahui bersama, Simone de Beauvoir memiliki seorang anak angkat bernama lengkap Sylvie Lebon de Beauvoir, Simone de Beauvoir mendedikasikan bukunya "Tout compte fait" untuk anak angkatnya ini, tepatnya menceritakan tentang bagaimana kedua wanita ini bertemu.

Sylvie Le Bon de Beauvoir adalah salah satu wanita yang dirawat dan didukung oleh de Beauvoir dan Jean-Paul Sartre. Sylvie Le Bon dan Simone de Beauvoir bertemu pada tahun 1960, ketika Le Bon berusia 19 tahun dan de Beauvoir berusia 52 tahun.

Pada tahun 1980, Beauvoir secara resmi mengadopsi Le Pen, menjadikannya satu-satunya pelaksana wasiatnya. Setelah kematian Simone de Beauvoir pada tahun 1986, Sylvie Le Bon de Beauvoir menerbitkan beberapa jilid surat, sebagai berikut:

1. Lettres à Sartre - Surat pilihan antara Simone de Beauvoir dan Sartre

2. Surat Nelson Algren

3. Croisée komunikasi (Simone de
Beauvoir dan Jacques Laurent Bost)

4. Anne, ou quand prime lespiruel (cetak ulang novel pertama Simone)

Demikianlah 7 hal yang perlu dikenal dan diketahui dari seorang Simone de Beauvoir. Mungkin masih banyak lagi hal penting tentang Simone yang belum dapat kita rangkumkan di sini. Maka bila teman-teman ingin menambahkan silahkan di kolom komentar aja ya. 

Terimakasih. 

0 Response to "7 Fakta Penting Tentang Simone de Beauvoir"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel