Sejarah, Pengertian dan Manfaat Belajar Filsafat Metafisika


Sejarah Metafisika

Dalam sejarah filsafat, kajian dan pembahasan metafisika pertama kali dilakukan oleh Aristoteles, namun masih disebut Ontologi, yang berarti ajaran tentang “sesuatu yang ada”.

Dan istilah metafisika pertama kali di populerkan oleh filsuf yang bernama Andronicus dari Rhodes. Metafisika mulai populer sekitar tahun 70 SM. dimana Andronicus menjadi tokoh yang menjelaskan apa yang ditulis Aristoteles setelah buku metafisikanya. 

Sehingga metafisika sering diartikan sebagai filsafat kedua setelah fisika. Disebut demikian karena kajian ini lahir setelah berbagai kajian ilmu fisika yang dilakukan oleh banyak filosof terdahulu.

Dan Kata metafisika berasal dari kata Yunani meta ta Physika, yang secara harafiah berarti “mengikuti hal-hal yang alamiah”.

Sebuah ungkapan yang digunakan oleh para kritikus Helenistik untuk kemudian merujuk pada kelompok teks Aristotelian tanpa judul yang masih kita sebut Metafisika. Aristoteles sendiri menyebut subjek teks-teks ini sebagai filsafat, teologi, dan terkadang kebijaksanaan.

Pengertian Metafisika

Metafisika adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan proses analisis hakikat dasar terkait keberadaan dan realitas yang menyertainya. Kajian metafisika biasanya bersandar pada pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang keberadaan dan sifat-sifat realitas yang diteliti. (Wikipedia)

Dengan kata lain, metafisika pada dasarnya adalah suatu disiplin ilmu yang mengeksplorasi pertanyaan filosofis tentang realitas, eksistensi, hakikat segala sesuatu, dan hubungan antara pikiran dan materi.

Serta berupaya memahami makna dan tujuan hidup, mempertanyakan asal usul dan persepsi manusia terhadap dunia, dan mencari pemahaman lebih dalam tentang alam semesta di luar apa yang dapat diamati secara fisik.

Dalam metafisika dibahas juga berbagai topik seperti materi, substansi, eksistensi, kausalitas, ruang dan waktu, keberadaan Tuhan, kesadaran, kebebasan, dan lain-lain. Teori dan gagasan dalam metafisika sering kali bersifat abstrak dan spekulatif, berupaya melampaui batas-batas sains berdasarkan pengamatan empiris.

Aristoteles mengungkapkan bahwa metafisika adalah ilmu yang mempelajari prinsip-prinsip dasar segala sesuatu. Objek kajiannya jauh dari hal-hal yang bersifat indra, mengacu pada sebab-sebab dan prinsip pertama. Objek kajiannya disebut wujud sebagai ada, sehingga yang menjadi objek kajiannya adalah “ ilahi" dan abadi dari.

Sumber Kebenaran Metafisika

Kebenaran dalam metafisika adalah kebenaran yang ada dalam nalar atau pikiran manusia. Kebenaran selalu berhubungan langsung dengan akal yang mengetahuinya. Artinya, kebenaran disajikan ke dalam pikiran untuk ditangkap dan dipahami.

Mengapa Penting Mempelajari Metafisika?

Meskipun kritik terhadap metafisika datang dalam berbagai bentuk, ada juga asumsi yang menyarankan agar kita mempelajari metafisika. Berikut beberapa alasan mengapa kita harus meluangkan waktu untuk mempelajari metafisika:

1. Memahami Realitas Secara Mendalam

Metafisika membantu kita memahami hakikat dan hakikat realitas di luar pemahaman kita sehari-hari. Ini mengeksplorasi pertanyaan mendasar tentang keberadaan, pengetahuan, keberadaan Tuhan, dan hubungan antara pikiran dan materi. Dengan mempelajari metafisika, kita dapat memiliki pemahaman yang lebih komprehensif dan mendalam tentang alam semesta.

2. Melatih Kebebasan Dalam Berpikir

Ketika kita mempelajari atau mencoba mengkaji Metafisika, metafisika dengan kajiannya akan mendorong kita untuk berpikir kritis dan kreatif. Sebab aktivitas ini melibatkan pemikiran spekulatif dan abstrak, membuka jalan bagi ide-ide baru dan perspektif berbeda. 

Dengan cara mengeksplorasi berbagai konsep dan teori, kita dapat mengembangkan kebebasan berpikir dan mempertanyakan asumsi-asumsi yang membentuk pandangan dunia kita.

3. Menambah Wawasan Dunia Filsafat

Keterkaitan metafisika dengan cabang filsafat lainnya dapat terjadi karena kajian metafisika mendasari banyak cabang filsafat lain, seperti epistemologi, etika, filsafat pikiran, dan filsafat agama. 

Dalam metafisika kita membangun dasar pemahaman kita tentang realitas, yang pada gilirannya memberikan landasan bagi cabang filsafat lainnya. Maka dengan memahami metafisika akan membantu kita memahami pandangan dan perspektif filosofis yang lebih luas.

4. Meningkatkan Keinginantahun dan Keradikalan Berpikir

Metafisika melibatkan pemikiran tentang pertanyaan paling mendasar tentang kehidupan dan keberadaan. Hal ini membantu kita mengeksplorasi tujuan hidup, makna keberadaan dan hakikat kebenaran. 

Sehingga dengan mengkaji pertanyaan-pertanyaan ini, sama saja kita sedang meningkatkan keinginantahuan dan secara otomatis kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang keberadaan kita di dunia ini.

5. Meningkatkan Berpikir Terstruktur

Studi metafisika melibatkan pemikiran abstrak dan logis dan dapat membantu kita mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Melalui analisis konsep-konsep kompleks dan penalaran deduktif yang diperlukan dalam metafisika, kita dapat melatih otak kita untuk berpikir secara terstruktur dan logis.

6. Melahirkan Kesedaran Tentang Eksistens
Sang Pencipta

Metafisika sebagai salah satu cabang filsafat yang patut untuk diketahui. Dimana mempelajari metafisika membawa manfaat bagi umat manusia, antara lain menjauhi perilaku hedonistik, mendorong manusia berpikir rasional, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Demikianlah manfaat dari mempelajari metafisika yang dapat diungkapkan, meskipun mempelajari metafisika mungkin bukan suatu keharusan bagi semua orang, ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dari pemahaman lebih dalam tentang realitas dan keberadaan metafisika.

Akan tetapi pemahaman metafisika tidak hanya membantu kita menjelajahi dan memahami dunia, tetapi juga membuka pintu pada pertanyaan mendasar dan pemikiran mendalam tentang makna kehidupan.

Sanana, 4 September 2023

Tokoh Utama Metafisika


0 Response to "Sejarah, Pengertian dan Manfaat Belajar Filsafat Metafisika"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel