Pemburu Mata Pisau


Perjalanan hidup selalu menempatkan posisi seseorang di situasi yang paling miris atau paling tinggi, ada yang berkecukupan secara financial namun miskin belas asi dan besar hati, ada miskin materi akan tetapi kaya akan keluhuran hati. 

Dibalik kondisi itu, kondisi yang ada ialah sebuah kesengsaraan dan keserakahan yang selalu mewarnai kehidupan dunia. dan keserakahan selalu mendominasi dunia, dibalik itu hanya orang-orang tertentu yang bisa mengimbangi godaan tersebut. Sekiranya kita dapat melihat warna-warni itu dalam karya dibawah ini. Semoga tercerahkan. 


PEMBURU MATA PISAU
Karya : Pulo Lasman Simanjuntak

pemburu mata pisau
kibarkan bendera maut
untuk kejar serombongan pewarta
menembus cuaca belerang

bertabrakan di jalan bebas hambatan
paling terpanjang
ada warna-warni kehidupan

pemburu mata pisau
telah kirim pesan mengerikan
di udara bersekutu roh-roh jahat
aku langsung terperosok
harus mencicil kredit bank
kering kerontang

bahkan tak mampu lagi
menimbun mata uang negara 
telah mencapai ribuan 
trilliun rupiah

Kemiskinan bocah-bocah liar 
di bawah matahari 
tangannya berbuah kelaparan
putus mengunyah bangku sekolah

aku sendiri tak mau korupsi
terlibat suap menyuap
masa depan kesesakan
di negeri telapak kaki
orang-orang berteriak brutal
krisis pangan di depan awan

pemburu mata pisau itu
hanya terdiam
menghilang di tikungan jalan
entah apa lagi
ancaman dikumandangkan
menghirup bunga sore kekeringan 
pasrah dan berserah

Jumat 14 April 2023
Kertajati, Majalengka

Profil Pengarang

Penyair dan sastrawan Pulo Lasman Simanjuntak, memulai karir sastra dan tulis sejak tahun 80-an, karya puisi pertamanya IBUNDA diterbitkan di Harian Umum KOMPAS pada bulan Juli 1977, sejak saat itu, karya puisinya telah diterbitkan di berbagai media cetak (surat kabar, surat kabar dan majalah), media online dan majalah digital di Indonesia dan Malaysia.

Puisi-puisinya juga telah diterbitkan dalam 7 kumpulan puisi satu baris, dan kumpulan puisi delapan baris "MEDITASI BATU" saat ini sedang dipersiapkan. Selain itu, puisinya juga telah masuk dalam 25 kumpulan puisi, dengan penyair dari seluruh dunia. Indonesia.

Saat ini Ketua Komunitas Sastra Pamulang (KSP), Jakarta Literary Kitchen (DSJ) Bengkel Manifesto Jakarta, Sastra Nusa Widhita, Musisi Nasional Malaysia, Anggota Sahabat Sastra Kita (Sabah, Malaysia), Komunitas Nasional Poci, Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI )) dan Kampung Seni Jakarta

0 Response to "Pemburu Mata Pisau"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel