Kapan Lahirnya Filsafat Islam?


Awal Pembahasan 

Sebelum membahas Filsafat Islam dan bagaimana filsafat Islam berkembang secara lebih jauh, mari kita soroti terlebih dahulu pengertian Filsafat Islam karena tidak semua orang mengetahuinya.
Nah Filsafat Islam, secara sederhana berarti melihat filsafat dari sudut pandang pemikiran Islam, seperti halnya pendidikan Kristen, yang berarti melihat pendidikan dari sudut pandang Kristen. 

Kata filsafat sendiri, berasal dari bahasa Yunani, kemudian orang Arab mengadaptasi bahasanya philosophy atau filsafat dari akar kata falsafa-yufalsifu-falsafatan wa filsafan dan akar (wazan) fa'lala. Mengutip pendapat Musa Asy'arie (2002:6) menjelaskan bahwa hakikat filsafat Islam adalah filsafat Islam, diterjemahkan dalam bahasa Inggris sebagai Islamic philosophy.

Filsafat Islam dengan demikian berpikir bebas, radikal (radix), berada pada tataran makna, dengan corak, corak dan karakteristik yang dapat memberikan rasa aman dan tenteram. Oleh karena itu, filsafat Islam tidak bersifat netral, tetapi dikhususkan untuk keamanan dan perdamaian.

Dalam kitabnya Tahshil as-Sa'adah, Al Farabi mengatakan bahwa filsafat berasal dari Keldania (Babel), kemudian menyebar ke Mesir, kemudian ke Yunani, Syria, dan terakhir ke Arabia. Setelah kedatangan Islam, filsafat menyebar ke wilayah Arab. Karena filsafat yang diteruskan ke negara-negara Arab disebut filsafat Islam. Meskipun sejarawan memiliki banyak pendapat berbeda tentang nomenklatur filosofi yang bermigrasi ke Arab. Namun sebagian besar menyimpulkan bahwa filsafat yang berubah adalah filsafat Islam.

Dari perspektif Islam, filsafat adalah upaya untuk menjelaskan dalam bahasa pemikiran rasional cara Tuhan mengkomunikasikan yang Haq atau kebenaran. Filsafat, sebagaimana dikatakan oleh Al-Kindi (801-873M), bahwa filsafat Islam adalah pengetahuan tentang hakikat benda-benda dalam lingkup kemungkinan manusia.

Selebihnya Ibnu Sina (980-1037M) juga mengatakan bahwa filsafat berada dalam lingkup kemampuan manusia untuk menyempurnakan jiwa manusia dengan mengkonsepkan sesuatu dan menimbang kebenaran teoretis dan praktis. Karena dalam ajaran Islam juga terdapat kebenaran atas nama Tuhan, hubungan erat antara filsafat dan agama tidak dapat dihindari.

Selain itu, mengutip (Qadir, 1989),
Tujuan filsafat Islam adalah untuk membuktikan bahwa kebenaran wahyu adalah hukum Tuhan, untuk membuktikan bahwa akal tidak dapat sepenuhnya memahami Tuhan, dan untuk menekankan bahwa wahyu tidak bertentangan dengan akal. 
Dibandingkan dengan filsafat umum lainnya, filsafat Islam memiliki karakteristik tersendiri. Sekalipun objeknya sama, ia memiliki karakteristik. Hal ini karena filsafat Islam terikat dengan norma-norma Islam. Filsafat Islam berpedoman pada ajaran Islam.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa filsafat Islam merupakan hasil pemikiran manusia yang radikal, sistematis, dan universal tentang Tuhan, alam semesta, dan hakikat manusia menurut ajaran Islam.


0 Response to "Kapan Lahirnya Filsafat Islam?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel