Puisi - Jatuh Dalam Kehampaan


Puisi Jatuh Dalam Kehampaan - Seperti Adanya puisi selalu bisa memainkan peranannya dengan baik, sebagai penampung cinta, rindu, amarah dan keresahan di dalam kepala maupun dada seseorang. Seperti wadah yang tak bertepi, puisi dapat menampung segala bentuk rasa di dalamnya.

Maka dari itu, semua ini menjadi kata dan kalimat yang kemudian menerjemahkan segumpal rasa kepada orang yang membuat segala dinamikanya yang menyentuh hati seorang. Dengan itu, puisi dibawah ini dapat terangkat ke permukaan mata untuk sekiranya di baca dan di pahami..

Puisi Jatuh Dalam Kehampaan 
(By Clara Paramitha)

Mentari telah menarik gelap malam, 
keatas pelukannya yang terdalam, 
tinggalkan aku pada masa suram 

Ku peluk erat cintaku, menatapinya 
lurus ke janjimu, lalu memahami 
isyarat tangisan di wajahku

Kini terbakar dadaku, terasa pahit 
air mataku, sesudah dikhianati 
olehmu, semua rindu jadi benalu 

Amarah, menjadikan semua emosi 
tak terarah, jadikan ragam gelisah,
terselubung yang tak terpisah

Karena bertahun teguhkan harapan,
memupuk kejujuran, namun jatuh 
dalam gelap kehampaan..

Bumi, Musim Hujan Gerimis

Demikianlah sebuah hantaran rasa yang diungkapkan kedalam syair-syair puisi yang mudah untuk di pahami oleh beribu pasang mata dan berjuta pasang hati, hanya itulah yang diharapkan oleh setiap kali puisi tertulis dengan bahasa yang beragam..



0 Response to "Puisi - Jatuh Dalam Kehampaan "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel